Dari mana Anda tahu, pasangan yang bagaimana kah yang sudah melakukan hubungan suami istri?

•April 30, 2009 • Leave a Comment

- Apabila berboncengan sepeda motor, yang dibonceng akan memeluk erat pembonceng, sedemikian hingga seluruh bagian depan badannya menempel pada punggung pembonceng. Yang paling kentara adalah apabila payudaranya seperti tergencet akibat saking eratnya pelukan. Situasi seperti itu, tidak akan terjadi apabila pasangan belum pernah saling menjamah tubuh. Perasaan sungkan dan malu akan segera muncul jika bagian tubuh yang bersifat property seksualitas terkena atau terekspose pada tubuh lain.

bersambung…

•April 30, 2009 • Leave a Comment

Astaga

apa yang terjadi di sini? ada ingus di hidung babi. ada tahi di ujung kaki.

setelah babi, setelah tahi, rencana apa lagi…?

di setengah jalan, ada mimpi yang berguling di sisi.

maka marilah angkat mimpi di sisi ini …

bawa lari segenap hati…

jangan berhenti…

jangan berhenti…

biarkan babi dan tahi menuntaskan misi.

Perjuangan

•January 12, 2009 • Leave a Comment

kalau tidak salah yang membawa gegap gempita lagu ini dulu si Rhoma Irama…
judulnya Perjuangan dan Doa”..
beberapa hari ini terngiang iang kembali…

‘ berjuang….
berjuang sekuat tenaga…
tetapi jangan lupa, perjuangan haruslah disertai doa…
rintangan…
rintangan sudah pasti ada…
hadapilah semua…
dengan tabah dan dengan kesabaran jiwa…’

tak nyanyikan sewaktu seorang teman berkeluh tentang perbuatannya yang ternyata di kemudian hari membuat nya masuk dalam lingkaran masalah…
pertemuan terakhir, saya mencoba menyanyikan dengan segenap perasaan supaya yang sedang ketiban resah berkuat batin…
insya allah…
katanya…
ehem…
kata saya…

kalau ada yang mau komentar..
tentang perjuangan dan doa..
silahkan…

Mengapa Menulis

•January 12, 2009 • Leave a Comment

Pada hari minggu ku turut ayah ke kota…
naik mama istimewa ku duduk di muka…
ku duduk di atas puting yang sedang bekerja…
menjalani masa-masa diangkat hasratnya…
duk kidak ki duk ki dak ki duk…
duk ki dak ki duk ki dak ki duk ki dak ki duk…

menulis itu sekedar…
entah dapat duit apa tidak…
sekedar saja…
kalau sedang dituntut… -entah waktu, entah butuh- tenaga dan tenagi di dalam kendaraan tubuh ini rasanya menjadi berat… beban di atas tengkoraknya banyak sekali…
kalau kirim barang di kantor pos saja harus di bawah 30 kg, masak iya beban angkat tubuh kita bisa di atas standar…?

nah, apabila beban sangat besar itu tidak bisa ditanggung sendiri, ha mbok iya o… bawa teman untuk bantuannya… atau paling tidak harus sering olah raga… biar tidak gampang ketarik otot sama otaknya…

cuma saran biasa saja…
kalau ada yang punya saran lain yang complemeter… silahkan…

terima kasih…

•August 21, 2007 • Leave a Comment

Memilah jalan

•August 21, 2007 • Leave a Comment

Anang

•August 21, 2007 • Leave a Comment

Sita

•August 21, 2007 • Leave a Comment

Ayo ngomong

DOR!. (DARIPADA MENUNGGU)

•May 15, 2007 • Leave a Comment

salak kok berduri. dengan apa kalau mau mengupas. lho untuk apa dikupas. siapa? kau mau? teri. teri adalah makanan kecil enak dan bergizi. kagak percaya? tanyakan pada orang-orang di pesisir Jepara. di sana teri selalu tersedia di atas meja makan. di dalam stopless besar yang tutupnya dihiasi semacam rumbai-rumbai keperakan. biasanya tanpa disajikan secara khusus, sebab semua bisa saja datang berkunjung untuk kemudian mengambil apa saja yang diinginkan. tentu saja TERI adalah kesukaan tanpa batas. maka, terilah yang pertama masuk ke dalam tangan tamu yang terhormat. pada hari itu, Iskak membawa setandan salak, bawaan dari jogja. orang pantai pasti jarang menikmati salak, apalagi dari jogja, pikir Iskak. kenapa Iskak masih berpikir? Iskak melulu jalan dengan berlenggang. seolah tidak merasa terbebani salak di tas jinjingnya. kadang sambil bersiul, kadang sambil mengebulkan asap. Iskak membentuk bulatan-bulatan dari asap di mulut. semua awan sumilak menyingkir melihat bulatan keluar dari mulut Iskak. seperti mulut Ikannya Anas. Iskak ingat ikannya Anas, tiba-tiba. malah kemudian dia tidak henti-henti menyorongkan mulut. hei! Iskak tersandung batu. aduh! dia menunduk memegangi ujung jempol. mengusap. dan meringis. sekarang tidak henti-henti mulutnya mengomel. dan. tiba-tiba sakitnya hilang. begitu saja. ada sekeping batu. kecil. di sebelah batu besar makanan jempolnya. nah! Iskak memungut. memasukkan ke kantong celana. lalu,…
Iskak berlenggang lagi. dia menuju ke sebuah rumah di balik gedung BRI itu. sebelah gedung itu adalah rumah seorang pedagang alat pertukangan kayu. sangat besar. karena keberhasilannya mengangankan keberhasilan industri pertukangan di daerah itu, maka dialah satu-satunya pedagang pintar yang sukses. di antara kedua bangunan itu ada semacam lorong, yang terjadi akibat persengketaan antara kedua pemilik tanah. gedung BRI adalah milik pemerintah (wah! pemerintah punya tanah), sedangkan yang lain hak milik pedagang pintar. karena masing-masing keras kepala, maka pihak kontraktor mengusulkan untuk dibikin lorong di antaranya. dan Iskak melewatinya. begitu memasuki lorong, dia mengambil kepingan batu. batu itu berwarna hitam bersemu kelabu titik-titik coklat, totol-totol kuning. ini batu apa? dimasukkan lagi. dikeluarkan lagi. masuk lagi. keluar lagi. Iskak mengamati. matanya malah memandang dinding dinding di samping kiri kanannya. ada beberapa coretan anti pemerintah. kontol. asu. jancuk. kakeane. seprana seprene aku tetep seneng kowe. XCS. Supradyn. WiWIk I LOVE U. satanic. love suck. ada coretan anti perdamaian. PISS. JUST piss. no war. war is the only thing i ever had. mending perang daripada di putus lagi. ASU. (lho, tadi kan sudah!) pemerintah kapiran. SDSB. tak enteni randamu. dan. gambar! wow. seharusnya ini adalah salah satu tempat di jogja. tentu akan menjadi sebuah gambar, bahkan banyak gambar indah di dinding ini. (Lha di sini apa tidak ada gambar yang indah?) dan. gambar! ada sebuah gambar yang tidak berjumlah satu, dua, atau tiga. ada banyak sekali gambar yang serupa. seragam. lho! Iskak berbalik. berlari kembali ke ujung bagian gambar-gambar. dia menghitung. empat puluh lima buah! siapa tukang gambar ini. polanya mirip dengan batu di tangan kirinya. dan. lagu! siapa menyetel musik keras begini. suara yang datang dari ujung lorong di sebelah sana. dari belakang gedung BRI. kenapa music country. itu Sheryl Crow. siapa itu? melambai-lambaikan tangan. siapa itu? berlari menyongsong Iskak. Iskak menggenggam batu erat. masih sangat terik. matahari tepat di ubun-ubun. salak sudah berembun. siapa itu?laguna-del-mar.jpg

biasa

•April 29, 2007 • Leave a Comment
langit yang betul biru, sempurna.
pukul lima. sejengkal sejengkal awan yang bergumpal hitam. menyela sorotan atap pagi yang sempurna biru.
membuka mata dengan embun di ujung daun mawar. lampu-lampu masih orange. tidak ada bintang. tapi, siapa
yang mampu mengalahkan birunya pagi ini. tidak ada kendaraan. tidak ada orang melintas. tidak
ada suara burung. tidak ada suara mendengkur. tetesan air di atas kolam. kabut yang menutup papan nama toko. hanya itu.
aku mengangkat kedua tangan. mengepalkan lengan. menghirup semua yang beterbaran. hidup yang indah.
lalu, membereskan kain penahan dingin. saputangan, yang basah semalaman.