Tidak kebetulan kalau kita bisa bertemu di sini. Saya menulis sesuatu, dan Anda membaca tulisan saya. Saya tidak kebetulan menulis karena saya memang berniat untuk menulis. Demikian juga Anda, pasti tidak sedang kebetulan membaca tulisan ini karena Anda pasti sedang mencari sesuatu dari kumpulan data di dunia maya ini.
Kebetulan. Saya meyakini tidak pernah ada yang sama artinya dengan yang kita maksud dengan kata itu. Berasal dari kata dasar ‘betul’, mendapatkan sandangan ke-an. Di bawah ini saya ambilkan rujukan dari KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) mengulas kata dasar betul.
be·tul a 1 benar; sesungguhnya; tidak bohong: – , dia adalah kemenakan saya; 2 benar; tidak salah; tidak keliru: pendapatan hitungan ini –; 3 sejati; bukan tiruan; bukan campuran; tulen: perhiasan yg dipakainya spt emas –; 4 tepat; persis: tembakannya — mengenai jantungnya; 5 langsung (tidak serong): rumahku dng rumahmu berhadapan –; 6 lurus (tegak) benar: jalan yg –; berdiri –;
be·tul-be·tul a sungguh benar; sungguh-sungguh: orang itu – pelit; saya – letih pd hari ini;
ber·be·tul ark v mengatur atau memperbaiki letak pakaian (sanggul dsb);
ber·be·tul·an v 1 bertepatan: Lebaran tahun ini jatuh – dng peringatan ulang tahunku; 2 cocok; sesuai: usulnya – dng usul ketua; 3 bersamaan arah (tujuan, maksud):kedua pesawat itu tampak – menuju London;
mem·be·tuli v cak 1 memperbaiki kerusakan: dia sedang – rumahnya yg bocor; 2 mengatur supaya rapi dsb: gadis itu – letak selendangnya; 3 sesuai; cocok: keputusannya benar-benar – permintaan kami; 4 langsung menuju: dl amukan topan dan ombak nakhoda berusaha – pulau itu;
mem·be·tul·kan v 1 memperbaiki (kesalahan, kerusakan, dsb): tidak mudah – kalimat ini; para pekerja – jembatan yg rusak ; Pak Guru menyuruh kami – kesalahan yg ada; 2 mengiakan (menyetujui); membenarkan: ia selalu – apa yg dikatakan orang itu; 3menunjukkan (mengarahkan) dng tepat: sebelum menembak, pasukan itu – laras bedilnya; 4 meluruskan; melencangkan: pemimpin pasukan – barisannya;
be·tul·an Jk a 1 dekat benar: tabrakan itu terjadi di – lampu lalu lintas; 2 cak betul: bunga di pojok kamar itu bukan bunga imitasi, tetapi bunga -;
pem·be·tul·an n proses, cara, perbuatan membetulkan;
ke·be·tul·an 1 n tidak dng sengaja terjadi (bertemu, tertangkap, dsb): kemarin, secara – kami bertemu dng dia; penjahat yg sudah lama dicari itu tertangkap dng cara – saja; 2 adv tepat atau kena benar (dng tidak sengaja): ketika kebakaran itu terjadi, – ia ada di rumahnya; tendangannya – mengenai dada musuhnya; 3n keadaan yg terjadi secara tidak terduga;
ber·ke·be·tul·an v 1 (tidak sengaja) bertepatan waktunya: sebenarnya hanya – saja kami datang bersama-sama; 2 (tidak sengaja) bersamaan (selaras) halnya: untunglah keputusannya – dng harapan saya;
se·be·tul·nya adv sebenarnya; sesungguhnya
KBBI yang digunakan adalah KBBI 3.
Di atas bisa kita lihat bersama di bagian turunan urutan ketiga dari bawah. Kebetulan merujuk kepada kejadian yang tidak terduga akan terjadi. Contohnya seperti ini: ‘Kebetulan saya duduk di sini, eh, ada mangga masak jatuh di atas kepala.’ Artinya, saya tidak sengaja duduk di sini, dan tepat sekali waktunya dengan mangga masak untuk tanggal dari tangkainya dan tepat pula jatuh di atas kepala saya.
Apabila saya analisa dari sisi kebahasaan, tentu saja makna yang terkandung dalam kalimat tersebut benar adanya. Namun jika yang kita maksudkan dengan kejadian yang lebih macro, maka saya mencoba merumuskannya seperti ini.
Kebetulan adalah kejadian yang sudah demikian seharusnya terjadi. Pelaku yang mengalami kejadian kebetulan tidak bisa memandang kejadian yang menimpanya sebagai sesuatu yang seharusnya terjadi karena dia mengalaminya sendiri. Berbeda dengan orang yang berada di atas semua kejadian itu, oleh karena posisi nya di atas, maka dia bisa melihat lebih banyak kejadian yang sedang berjalan di bawahnya. Tentu saja coverage area yang luas itu membuat dia bisa melihat saya yang sedang berjalan mencari keteduhan bersamaan dengan penglihatannya terhadap kematangan mangga yang sudah siap jatuh. Bukan tidak sengaja panas siang itu membuat saya ingin berteduh dan menemukannya di bawah pohon mangga yang hanya satu-satunya di tempat itu.
Orang yang melihat sesuatu kejadian dari sudut pandang yang lebih luas memungkinkan dia mempunyai pandangan berbeda terhadap sebuah peristiwa dibandingkan dengan pengalaman si pelaku peristiwa. Bisa dikatakan juga kesadaran terhadap keadaan sekitar bisa diperoleh ketika mampu menyadari lebih banyak peristiwa dan sebab akibatnya. Boleh pula kita anggap bahwa kesadaran seseorang akan menjadi semakin meningkat jika orang itu mampu memandang sebuah kejadian melalui kacamata yang lebih tinggi, holistic, tidak melulu dari sudut pandang sempit pemikiran sendiri.
Mengenai kesadaran, kita akan membahasnya di tulisan sebelah ini.

Berkunjung pertama kali kesini buat baca-baca
Terima kasih, Mas…
Mohon bimbingannya…