Parjokarto adalah pelaku perjalanan pencarian. Saya juga belum mengerti apa yang sebenarnya dicari oleh Parjokarto. Yang saya tahu, dia belum mengerti dirinya sendiri. Dia mengumpulkan ingatan sembari membuat catatan perjalanan. Ingatan dan catatn perjalanannya itulah yang akan saya tuangkan di sini.
Satu pesan dari Parjokarto, dia ingin tulisan saya nanti ada manfaatnya. Dari situ saya sudah menjadi bingung. Tuisan apa yang ada manfaatnya? Apakah tulisan yang berisi petunjuk-petunjuk? ataukah tulisan yang bisa digunakan entah sebagai piring, gelas, ataupun kendaraan? Atau bahkan apakah saya benar-benar bisa menulis? Saya sampaikan kepada Parjokarto kebingungan saya tersebut. Dia mengeluarkan pena dan kertas dari kantong kresek ajaibnya sambil tersenyum dan berkata “Menulislah!”
Asem…. Kecut sekali rasanya saat itu. Saya tidak sanggup mengatakan apa-apa lagi. Mengambil pena dan kertas itu lalu mencoba menyalakan sebatang Dji Sam Soe. Saya coret satu kata di kertas usang itu “Parjolanan”.
Kisah perjalanan Parjokarto.